Menspad Kain Hits Lagi (?)
Halo halo Bandung, eh engga deng Padang Panjang. As always, harap maklumi jarak postingan yang agak random karena kurang konsistennya sinyal. (salahin aja sinyal dulu)
Setelah beberapa postingan tentang berkebun dengan cara super simple, sekarang share sedikit tentang cerita yang terlalu perempuan. Cowok boleh baca sih, terutama yang sudah menikah. Yang belum, boleh jadi bekal kalau udah nikah ntar. Wkwk. Seribet itu.
Anw, ini postingan terkait dengan hal yang masih ga jauh-jauh dari kehidupan kita, yakni pengurangan sampah plastik. Salah satunya dengan menggunakan pembalut ramah lingkungan. Emang ada? Ada. Ada banget. Ada beberapa sih, yang lagi terkenal banget sekarang itu menstrual cup tapi agak mahal. At least buat ogut mahal banget. Hahah. Bukan ngelarang kamu, beb. Tapi kalau mau, monggo. Saya sih belum berani, soalnya belum begitu paham caranya. Jadi, harap tanya pada ahlinya, ya. Ini daripada hoax bin sotoy.
Hal lainnya yang bisa digunakan adalah “menspad kain” alias menstrual pad yang terbuat dari pure kain. Sesuai sama judulnya, menspad kain hits lagi, karena sebenernya ini adalah hal jadul yang sudah dikerjakan turun temurun dari neneknya nyokap, ibunya nyokap, sampe nyokap pun, dan sekarang kenapa kita harus pakai menspad sekali pakai? Alasan praktis pasti jadi alas paling oke. Tapi, tahu ga sih kalau menspad sekali pakai itu bahaya? Itu mengandung bahan kimia, loh. Anw, wewenang gue sebagai yang bukan ahli kesehatan sampai situ dulu, yak. Mau info lebih lanjutnya tanya sama yang ahli aja. Soalnya setiap menspad sekali pakai punya kandungan kimia yang berbeda, bahkan katanya ada yang baik untuk kesehatan. Kita cuma mau bahas soal sampah, ya.
Balik lagi ke menspad kain tadi. Secara kain, ya kain. Kecuali kainnya kain yang bikin kulit alergi ya beda ya. Seinget saya, dulu nenek-nenek gitu, makai handuk yang digunting, atau memang handuk kecil. Tujuannya mungkin supaya bisa menahan cairan dan ga tembus, ya. Tapi, itu kan relatif aman untuk kesehatan. Toh, sehari-hari kita juga pakai handuk, kita juga pakai baju. Belum begitu banyak kabar miring soal kain, kan? Wkwkwk
Jadi, daripada muter-muter bolak balik penjelasannya, kenapa kita ga mulai lagi aja pakai menspad kayak perempuan jaman dulu? Soalnya kan menspad sekali pakai susah banget terurainya. Berikut gambar dari
Nah, kamu mau jadi salah satu kontributor sampah plastik di bumi ini? Bukan nakutin, sih. Tapi, seandainya 1 masa haid kamu bisa menghabiskan 10-20 pads perbulan, gimana kalau coba dikurangi. Mungkin susah ya langsung ganti pola hidup, soalnya terutama kita yang super mobile dan repot harus mencuci entah nemu toilet di mana dan pada saat apa. Pun, pantyliner kamu juga bisa diganti dengan yang kain, kan?
Ini contoh menspad kain yang cukup nyaman dipakai. Ada beberapa jenis dan merek menspad kain bertebaran di luar sana. Ini adalah 2 jenis dari menspad yang saya dapatkan dari toko berbeda.
Kalau gambar di atas itu menspad dengan motif bunga dan pantylinernya yang pure kain polos. Yang menspadnya lumayan lucu sih gambarnya, daya tampungnya lumayan, bisa tahan 2-4 jam kalau lagi banyak. Kalau kamu mobile sebaiknya bawa cadangan kali, ya. Yang ini bagian bawahnya yang ada motifnya itu agak tebel. Kayaknya masih mengandung plastik soalnya kayak dari nylon gitu, jadi agak kurang suka. Soal menahan cairan sih lumayan, biasanya sih aman-aman aja. Belum pernah tembus kecuali kiri kanan ya, soalnya harus bener-bener pas posisi pemasangan kancingnya. Tapi, abis itu ga mau beli lagi yang menspadnya karena agak kasar bawahnya gitu, untung cuma beli 2. Tapi bagian atasnya sama kayak yang pantyliner, halus kok. Jadi, ya daripada mubazir sesekali pake juga jadi cadangan.
Sekarang lebih seneng make yang ini, nih. Atas bawahnya katun. Bawahnya agak tebel tapi bukan nilon kasar gitu dan bagian atasnya juga lembut. So far ini juga oke untuk sampai 4 jam-an gitu. Mungkin ini tergantung kamu siklusnya seperti apa.
Untuk semua menspad ini, nyucinya ga begitu sulit. In case kamu lagi mobile, temukan toilet sesegera mungkin dan cuci bersih. Kalau rajin bawa sabun pake botol kecil juga lebih bagus, tapi kalau takut lama nyucinya, yang penting bersih dulu. Peras sampai bener-bener abis airnya, masukin tas yang kedap air. Biasanya tas kosmetik gitu kedap air, kan? Sediain aja satu khusus untuk ini. Nah, di rumah baru cuci bersih lagi atau kalau bisa rendam dengan air hangat dan cuci bersih dengan sabun biar bakterinya hilang. Kabar baik lainnya, kancingnya tidak sulit dipasang, tinggal jepret aja langsung jadi. Pun, ini memudahkan ketika dijemur, jadi ga khawatir jatuh kalau jemuran kesenggol atau lainnya.
Nah, itu dulu share dari saya. So far terkadang masih suka cheating pakai yang sekali pakai sih, tapi selagi masih mampu untuk pakai yang bisa dipakai berulang kali kan lumayan. Ga mesti bingung buat bersihin sampah dan juga lebih irit pastinya. Dan, lebih sehat.
Untuk sekitaran Padang, Padang Panjang, atau Batusangkar, boleh COD kalau mau. Kebetulan saya suka beli stok banyak. Daripada kamu repot mesen dan kena ongkir. Tapi kalau mau pesen sendiri dengan merk yang lebih ternama juga boleh. Apapun itu, yang penting asalkan untuk mengurangi sampah, kita harus dukung yaaa 🙂
Comments
Post a Comment